LITERASI DIGITAL SMP N 1 PEDAN
LITERASI DIGITAL SMP NEGERI 1 PEDAN
" CAKAP DIGITAL, RAJIN BERLITERASI , KREATIF, INOVATIF, BERPRESTASI DAN BERKARAKTER "
KLIK DI SINI UNTUK KEMBALI KE HALAMAN UTAMA !!
MENU UPDATE
(KLIK LINK KEGIATAN LITERASI DI BAWAH INI UNTUK MELIHAT HALAMAN SELENGKAPNYA)
KAMPANYE LITERASI DIGITAL SMP N 1 PEDAN
BUDAYA BERSIH DI LINGKUNGAN SEKOLAH
FILM PEBDEK ETIKA MENJAGA KEBERSIHAN DI LINGKUNGAN SEKOLAH
CONTOH PROFIL SEKOLAH ADIWIYATA
LAGU 7 KEBIASAAN ANAK INDONESIA HEBAT
FILM PENDEWK 7 KEBIASAAN ANAK INDONESIA HEBAT
FILM ANIMASI PENDEK 7 KEBIASAAN ANAK INDONESIA HEBAT
TIPS HEMAT ENERGI DALAM KEHIDUPAN SEHARI - HARI
GERAKAN HEMAT ENERGI DI LINGKUNGAN SEKOLAH
DEMONSTRASI GERAKAN HEMAT ENERGI UNTUK MENUJU SEKOLAH ADIWIYATA
ADAB SOPAN SANTUN TERHADAP GURU
LAGU ADAB SOPAN SANTUN (VERSI PROFIL PELAJAR PANCASILA )
CARA BELAJAR BIAR GAK GAMPANG LUPA ITU GIMANA SIH ?
METODE BELAJAR EFEKTIF DAN EFISIEN
MENGATASI MASALAH BOSAN BELAJAR
MENGATASI RASA NGANTUK DALAM BELAJAR
APA ITU BULLYING / PERUNDUNGAN ?
GERAKAN ANTI NARKOBA DI LINGKUNGAN SEKOLAH
FILM PENDEK BAHAYA NARKOBA DI LINGKUNGAN SEKOLAH
MANFAAT BANGUN PAGI YANG SERING DIABAIKAN
TEKNOLOGI
MENGAPA KAPAL LAUT TIDAK TENGGELAM
DAN MENGAPA PESAWAT BISA TERBANG
BAGAIMANA CARA KERJA PESAWAT TERBANG
KENAPA KERETA API TIDAK BISA BERHENTI MENDADAK
BAGAIMANA KERETA API PINDAH JALUR
MENGAPA AIR SUNGAI BISA MENGALIR
PERKEMBANGAN BUMI DAN MUNCULNYA MAKLUK HIDUP
MENGAPA SATELIT TIDAK JATUH KE BUMI ?
PERKEMBANGAN SATELIT DI INDONESIA
PROSES TERJADINYA GEMPA TEKTONIK
APA BEDANYA GEMPA BUMI TEKTONIK DENGAN VOLKANIK
TERJADINYA PETIR KILAT DAN HUJAN
PENGETAHUAN UMUM
TERBENTUKNYA KEHIDUPAN DI BUMI
TERJADINYA BUMI DAN MUNCULNYA MAKLUK HIDUP
MPLS
WAWASAN WIYATA MANDALA SMP N 1 PEDAN
PENANAMAN PENGENALAN KARAKTER DAN BUDI PEKERTI LUHUR
PENGENALAN KURIKULUM SMP N 1 PEDAN
KEGIATAN INTRAKURIKULER DAN EKSTRAKURIKULER SMP N 1 PEDAN
PENANAMAN KARAKTER DAN BUDI PEKERTI LUHUR
7 KEBIASAAN ANAK INDONESIA HEBAT
PENANAMAN KARAKTER DAN PEKERTI LUHUR OLEH MOH. JAUHARI SOKOCO,S.Ag
LITERASI DIGITAL KELAS IX
( Tugas Membuat Karya / Artikel )
LITERASI DIGITAL IXA
(Legenda, Cerita Fiktif / Non Fiktif )
LITERASI DIGITAL IXB
(Pendidikan karakter , Tata krama, Sopan Santun, Menghormati Adat dan Tradisi )
LITERASI DIGITAL IXC
(Kumpulan Puisi, Pantun, Geguritan )
LITERASI DIGITAL IXD
(Prasejarah / Sejarah : Lokal , Sejarah Kuno, Sejarah Indonesia , Sejarah Dunia )
LITERASI DIGITAL IXE
(Agro Industri , Bio Teknologi, Perikanan, Peternakan, Pertanian , Makanan , Gizi, Teknologi Kimia )
LITERASI DIGITAL IXF
(Geografi : Geologi, Tata surya , satelit, bumi, fenomena alam , gunung , laut, hutan , alam semesta )
LITERASI DIGITAL IXG
( Teknologi Modern: Informasi, Komunikasi , keamanan, pesawat, persenjataan / alutsista)
Teknologi Modern Oleh Pakgik Kelas 9g
KLIK DI SINI UNTUK KEMBALI KE HALAMAN UTAMA !!
## --- ###
Literasi digital merupakan kohesi, pandangan dan keahlian individu yang secara implisit memakai teknologi digital dan sistem komunikasi untuk menelusur, mengatur, menghubungkan, menelaah dan menilai informasi, menciptakan sesuatu yang current, membuat dan berhubungan dengan orang lain supaya bisa berperan secara dinamis di masyarakat.
Hague & Payton dalam bukunya Digital Literacy across the Curriculum, mengartikan literasi digital sebagai kemampuan individu untuk menerapkan keterampilan fungsional pada perangkat digital sehingga seseorang dapat menemukan dan memilih informasi, berpikir kritis, berkreativitas, berkolaborasi bersama orang lain, berkomunikasi secara efektif, dan tetap menghiraukan keamanan elektronik serta konteks sosial-budaya yang berkembang. Pada konteks pendidikan, literasi digital yang baik juga berperan dalam mengembangkan pengetahuan seseorang mengenai materi pelajaran tertentu dengan mendorong rasa ingin tahu dan kreativitas yang dimiliki anak.
Oleh sebab itu literasi digital diperlukan dalam masyarakat, khususnya anak untuk memilih berita yang dipresentasikan di media sosial. Literasi digital dimaknai sebagai kompetensi memahami, menganalisis, mengatur, mengevaluasi informasi dengan memakai teknologi digital. Literasi yang tidak baik bisa mengganggu pada psikologis anak. Hal ini diakibatkan oleh emosi anak atau siswa yang masih labil. Anak dalam menerima informasi belum mempunyai filter yang bagus, mereka menerima secara instan karena tidak didasari tentang kebenaran dan asal informasi tersebut. Ketidakmampuan anak mengartikan literasi digital berakibat pada watak dan sikap anak.
Anak sudah terbiasa membaca, memberikan pernyataan (statement) berita-berita yang terdapat di media sosial. Statement-statement tersebuat bermacam-macam. Jika berita tersebut dianggap buruk, mereka secara cepat menulis statement yang bermakna membully, merendahkan, dan menenggelamkan. Jika berita tersebut dinilai baik, mereka dengan segera mengirim informasi tersebut ke akun miliknya atau status media sosialnya. Gejala ini tentunya sangat tidak diinginkan. oleh sebab itu jalan keluar terbaik yang wajib dilaksankan pada anak adalah mengajarkan literasi digital karena lambat laun literasi digital yang negatif akan berefek terhadap watak dan psikologis anak.
Literasi digital menurut Dyna Herlina S dalam tulisannya Membangun Karakter Bangsa Melalui Literasi Digital adalah satu rangkaian kekuatan yang paling mendasar untuk mengoperasionalkan peranti komputer dan internet. Selanjutnya, juga mengetahui dan bisa menganalisis secara kritis serta melakukan penilaian bahan digital serta bisa mempertimbangkan isi komunikasi. Di dalam buku yang berjudul Digital Literacy (1997) yang ditulis oleh Paul Gilster, beliau memaknai bahwa literasi digital adalah sebagai kapasitas untuk mendalami dan memakai berita dalam bermacam-macam jenis dari banyak sumber yang tidak terbatas dan bisa ditelusuri melalui perangkat komputer.
Masa usia dini adalah “golden age period”, artinya yaitu masa paling berharga untuk seluruh aspek perkembangan manusia, baik fisik, kognisi emosi maupun sosial. Aspek emosi adalah salah satu aspek yang terpenting bagi seorang anak. Anak tumbuh dengan cara berhubungan dengan lingkungan alam dan masyarakat. Lingkungan dan masyarkat yang paling dekat adalah keluarga dan kedua orang tuanya. Namun pada era ini banyak orang tua khusunya ibu yang bekerja di luar rumah bertambah banyak, pada saat yang sama hadir komunitas atau institusi yang membangun pendidikan non formal bagi anak usia dini. Suasana ini seolah seperti peri bahasa “gayung bersambut” dengan keinginan orang tua untuk selalu memperoleh metode yang dirasa cocok dengan pertumbuhan anak.
photo kelas 7 2026
KLIK DI SINI UNTUK KEMBALI KE HALAMAN UTAMA !!


Komentar
Posting Komentar